Negeriku Masih Sakit (Tugas PLO nih)

Standard

Lihat!

Para koruptor menari-nari di luar bui

Penguasa negeri sibuk menimbun uang rakyat

Kaum elit asik berenang di lautan rupiah

Namun lihatlah!

Rakyat jelata mengais karak

Air mata anak bangsa menetes demi sekeping perak

 

Dengar!

Tawa angkuh para penguasa

Janji-janji palsu petinggi negara

Sajak-sajak arogansi kaum berada

Dan dengarah pula!

Jeritan anak putus sekolah

Nyanyian sendu para musisi jalanan

Serta isak tangis mereka yang kelaparan

 

Ciumlah!

Hembusan angin ketidakadilan

Dan wangi keserakahan

 

Bah! Negeri ini sedang sakit

Negeri ini tak kunjung sembuh

 

Aku lelah

Aku muak melihat negeri ini tak berdaya

Aku sakit melihat negeri ini menderita

Inginku jadi seorang dokter untukmu, wahai negeriku

Menyembuhkanmu

Membebaskanmu dari lilitan korupsi dan kemiskinan

 

Setiap malam ku bermimpi:

Kaki ini berpijak pada tanah keadilan

Mata ini memandang alam ketentraman

Mulut ini memakan lauk kedamaian

Dan hidung ini bernafaskan kemajuan

 

Tuhan, kapankah mimpiku jadi nyata?

Aku berdoa, semoga mimpi itu segera jadi nyata dan dapat terwujud lewat kedua tangan ini

Tunggu aku, wahai negeriku

Setiap Langkah dalam Pendakian Memiliki Sejuta Arti

Standard

Saya telah mendaki sejauh ini. Jarak yang saya tempuh tidak bisa sekedar mereka beli begitu saja karena mereka tidak tahu sebesar apa usaha yang telah saya kerahkan. Saya tidak akan dengan mudah turun ke lereng gunung hanya untuk menemui hal yang telah saya relakan. Terlalu banyak mimpi yang ingin saya gapai. Setiap usaha yang telah saya kerahkan memiliki kenangan masing-masing yang terlalu indah untuk saya tinggalkan begitu saja. Dan saya akan terus mendaki sampai puncak untuk menemui semua yang ingin saya gapai.

Mungkin saya egois, namun apa yang saya rasakan adalah sisi natural dari manusia. Anda pun mungkin akan melakukan hal yang sama :)

Dilatasi Cinta (Judul ini buatan Dea)

Standard

Ku ingin semua terhenti di titik ini

Sebelum terlampau jauh

Biarkan ku melangkah sendiri di tengah sabana

Di antara alang-alang

Dan berjalan tanpa meninggalkan jejak

Tanpa harus menoleh ke belakang, ke kanan, maupun ke kiri

Dengan terus menatap ke depan

Mencari apa yang ada di balik semak belukar

Seolah waktu kita adalah dimensi yang berbeda

Aku berdoa:

Semoga waktumu terhenti di sini dan biarkan waktuku terus berputar

Namun jika kau ingin menjalankan waktumu kembali, biarkanlah waktuku terhenti

Biarkan ku menemui apa yang Tuhan telah tuliskan

Dan bila waktuku beriringan dengan waktumu, pastikan aku untuk kembali

Puisi Hasil Ngebajak @Vitagious :p

Standard

Setiap hari bermandikan debu

Setiap hari mengais rejeki

Setiap hari menahan lapar dan hawa nafsu akan gemerlap dunia

Setiap hari tak tentu arah, “mau tidur di mana malam ini?” Hanya itu pikiran kami

Kolong jembatan yang dingin, trotoar yang penuh debu, TPA yang penuh sampah. Tiada lagi pilihan bagi kami, sang anak jalanan, untuk tidur

Kami rindu akan kasur yang empuk, kami rindu akan belaian orang tua, kami rindu akan pendidikan

Pendidikan yang setidaknya bisa membawa kami akan dunia yang sejengkal lebih baik

Namun tiada dana dari kantong kami. Satu perak uangpun harus kami tengadahkan tangan pada kalian-kalian wahai kaum atas

Kami yang bodoh pun menjadi semakin bodoh dan terinjak-injak

Tiada satupun kesempatan tuk merubah nasib

Lantas bagaimana kelak nasib anak cucu kami?

Haruskah mereka mengalami nasib yang sama seperti kami?

Tolong, beri kami sedikit cahaya yang bisa mencerahkan sedikit saja hidup kami

Dari kami, suara anak-anak jalanan.

Pilihan

Standard

Kini aku tengah berada di persimpangan

Berhadapan dengan dua pilihan, kanan ataukah kiri?

 

Bila ku langkahkan kaki ini ke kanan,

Ku bisa melihat sebuah kota besar di ujung sana

Keramaian, hiruk pikuk masyarakat, serta gemerlapnya lampu-lampu kota

Semua terasa mengagumkan

Jalan yang kutempuh sangat rindang, tak berbatu, dan tak ada tikungan

Namun jalan itu terlalu panjang tuk ditempuh

Tak ada yang bisa menjamin kapan ku kan sampai ke sana

Satu-satunya jaminan adalah kesabaran yang akan setia menjadi sahabat

 

Namun pabila ku memutar haluan ke kiri,

Itu adalah sebuah jalan menuju pelabuhan

Menemui sebuah pesiar

Yang akan membawaku mengarungi samudera

Menjelajahi dunia

Menari dengan irama hantaman ombak dan badai

Menantang alam

Hingga mengantarku ke sebuah pulau tak dikenal

Menjalani kehidupan yang bebas dari bayang-bayang lalu

 

Lantas, kemanakah ku harus pergi?

Kanan atau kiri?

Atau haruskah ku terobos rimba di sana dan menempuh jalanku sendiri

Dengan atau tanpa sebuah haluan

Sahabat itu…

Standard

Image

Sahabat itu bukan sekedar temen yang biasanya atau bahkan sering main sama kita. Yang kalo kemana kita pergi seringnya sama dia. Bahkan kalau pun kalian sering denger kata ‘geng’, nggak mungkin anggota mereka pasti deket satu sama lain. Pasti ada aja si A yang ga deket sama si B walau officially mereka se-geng.

Sahabat sama temen baik itu beda loh. Kalo temen baik kan asal kitanya akrab sama mereka, sering hang out bareng, kalo ngobrol nyaman plus nyambung lagi, dan seterusnya. Kalo temen baik, mungkin emang kita sering banget share masalah pribadi sama mereka dan mereka juga suka ngasih respon dan sarat kok buat kita.

Kalo udah gitu kenapa temen baik tetep beda sama sahabat? Jadi sahabat itu apaan sih? Sahabat itu lebih dari sekedar temen baik karena yang namanya sahabat, walau dipisahin jarak seberapa jauh pasti bakal tetep ada buat kita, mau saling ngerti dan peduli sama kita, tetep saling berbagi satu sama lain entah itu seneng atau susah, dan bener-bener paham akan kita. Kadang kalau temen baik emang suka ngasih respon dan saran waktu kita cerita, tapi kalo yang namanya sahabat itu tanpa ngasih saranpun, respon yang mereka kasih bakal kelihatan bedanya kok dari yang lain. Kita bisa liat dari cara mereka nanggepin cerita kita dengan bener-bener fokus pas kita lagi cerita. Kita juga bisa liat setiap emosi yang mereka keluarin tiap ngobrol sama kita. Mereka pasti bakal lebih mikir dan ngerti gimana sifat dan diri kita sebelum ngasih saran yang pas.

Nah, jadi kalian udah nemu orang yang pantes kalian kasih gelar sebagai sahabat belom? Kalaupun belom, santai aja lah. Sahabat itu kayak jodoh kok, nanti bisa ketemu tanpa kita duga. Cuma bedanya, kalo sahabat bisa banyak tapi jodoh cuma satu :D

Terus buat yang udah punya sahabat, kalian udah bisa jadi sahabat yang baik belom? :)

Selalu berusalahalah menjadi sahabat terbaik bagi sahabatmu, karena jika mereka adalah sahabat yang baik, mereka juga akan melakukan hal yang sama.

Masa Depan

Standard

Hampir setiap anak di dunia ini pasti punya yang namanya cita-cita. Yah, walaupun waktu SD kebanyakan pada bilang pengen jadi dokter lah, insinyur lah *padahal waktu itu ga ngerti arti insinyur*, dan lain-lain deh. Yang namanya anak SD, pasti cita-cita itu kayak kalo kita ngebayangin wisata ke suatu tempat, anak-anak bakal mikir gimana rasa senengnya aja tapi nggak tau gimana cara ke sana, harus naik apa dan butuh berapa banyak biaya. Sama kayak cita-cita. Waktu SD pasti mikirnya “ah kalo jadi dokter pasti kaya, bisa nyembuhin banyak orang”, “ah kalo jadi presiden pasti keren, dikenal semua orang di Indonesia”, atau juga mikir gini “ah kalo jadi pilot pasti seru, bisa keliling dunia kemanapun kita pengen”. Itu pemikiran kebanyakan dari kita waktu SD.

Waktu SMP, kita udah mulai seneng-seneng nih. Yang namanya cita-cita udah mulai jarang kita pikirin. Paling-paling juga waktu kelas 9 kita mulai mikirin mau jadi apa nantinya supaya bisa nentuin bakal lanjut ke SMA, SMK, akademisi, atau home schooling (buat yang pengen jadi model atau artis hehe). Tapi tetep aja, masa SMP tuh paling-paling buat yang belum terlalu mikirin jadi apa, juga masuknya ke SMA biasa dengan tujuan jadi orang sukses.

Dulu waktu SMA, sempet ada motivator yang bilang gini “Tentukan cita-cita Anda mulai dari sekarang. Karena menurut penelitian, orang yang pada saat ini ditanya ‘Apakah cita-cita Anda di masa depan?’ dan ia menjawab ‘Saya ingin menjadi orang sukses’, sepuluh tahun kemudian kebanyakan dari mereka malah menjadi orang-orang yang biasa saja. Hal ini berbeda dengan orang yang ditanyai jawaban serupa lalu ia dengan mantap menjawabnya dengan sebuah profesi tertentu. Kebanyakan dari orang-orang ini justru berhasil dan terbilang sangat sukses”. Hmmm tapi gimana yaaa? Yang namanya anak SMA dikasih training gitu, jadi makin galau deh. Sayangnya masa SMA cuma 3 tahun. Buat anak-anak yang belum punya cita-cita, 3 tahun itu waktu yang super singkat sampe akhirnya mereka harus ketemu sama yang namanya pilihan kuliah di mana dan bakal jadi apa. Apalagi kalo kita udah kelas 12. Yang namanya galau udah pasti jadi temen sehari-hari. Galau mikirin kuliah di mana dan bakal jadi apa. Satu kesalahan yang pernah saya buat: asal masuk fakultas -yang sekarang saya jalani hehe- dengan modal ‘pengen’ dan emang ngga ada minat sama yang lain. Tapi nggak ngerti juga kalo masuk sini bakal jadi apa. Abis kata guru BK kan gini “Masuki fakultas yang kamu pengen, jangan karena paksaan. Tentukan minat dan bakatmu maka kamu akan sukses”. Ya saya sih cuma modal minat doang masuk sini, tau deh ada bakat apa nggak hehe.

Sebenernya sih ada satu fakultas yang pengen banget saya masuki, tapi sayangnya buat masuk ke sana terlalu jauh dan muter balik dari jalan yang selama ini saya tempuh. Terlalu beresiko dan saya juga bukan orang yang berani ambil resiko itu. Tapi sejauh ini belum ada penyesalan kok selama kuliah di sini :D Cuman, tinggal beberapa bulan lagi sampai penentuan pemilihan prodi. Nahh, cita-cita aja sampe sekarang nggak punya, gimana bisa milih prodi? :’ Semoga Allah segera memberikan petunjuk-Nya untuk ke mana saya harus melangkah. Aaamiiin.

The Cruelest Dream

Standard

I found some captured photos in his treasure box

I was looking for a while but I didn’t realize, a thing that maybe can answer all of my queries

It’s burdening when I thought that there was no me all this time

And suddenly I come to a party with some of my friends

Told them all of his treasures

And realized there’s something in the treasure that might be a little happiness for me

I cried, couldn’t control my tears

I never hoped for him to come

I never hoped for him to sit beside me

But then he did

He did saw me cried

But there was only silence of him and tears of me

This mouth couldn’t ask him for what has been found

Seemed like we have our own world and own language to understand each other

Deep into his eyes there were so many riddles

Maybe I understand, maybe I didn’t understand at all

But his gaze gave me something that made me stop wondering

Made me back to an agony

Then the tears stop falling

And what I wanna say all this time is “Thank you for everything”