0

Inilah Aku

Aku tak sekuat yang kau kira

Karena aku bukanlah seorang pegulat

Dan inilah aku

 

Hatiku tak sepenuhnya baik

Karena aku bukanlah malaikat

Dan inilah aku

 

Sajakku pun tak berirama

Karena aku bukanlah Chairil Anwar

Dan inilah aku

 

Rupaku tak berparas cantik

Karena aku bukanlah putri Indonesia

Dan inilah aku

 

Aku tak selamanya bijak

Karena aku bukanlah presiden

Dan inilah aku

 

Keberanianku hanya sebesar kacang

Karena aku bukanlah panglima perang

Dan inilah aku

 

Suaraku pun tak merdu

Karena aku bukanlah seorang diva

Dan inilah aku

 

Mengertilah aku

Karena aku bukanlah kamu

Dan inilah aku

Advertisements
0

Ia Datang dengan Peringatan

Terkadang ia datang dan menyapa aku yang sendiri

Terkadang ia datang terlambat ketika aku mulai menunggu

Satu hal yang ku tahu, ia tak selalu kejam terhadapku

Ia selalu datang dengan peringatan

Ketika ia menyapa, ku harus bersiap menorehkan senyuman perpisahan

Ketika ia terlambat pun diri ini harus sabar menanti

Aku kukuh bertahan dan melarang kaki ini melangkah

Walau ku tak tahu peringatan apa lagi yang ia genggam

______________________________

Ini bukan puisi galau ya ^^ cuma iseng-iseng aja nulis habis dengerin curhatan beberapa temen wkwk

4

Negeriku Masih Sakit (Tugas PLO nih)

Lihat!

Para koruptor menari-nari di luar bui

Penguasa negeri sibuk menimbun uang rakyat

Kaum elit asik berenang di lautan rupiah

Namun lihatlah!

Rakyat jelata mengais karak

Air mata anak bangsa menetes demi sekeping perak

 

Dengar!

Tawa angkuh para penguasa

Janji-janji palsu petinggi negara

Sajak-sajak arogansi kaum berada

Dan dengarah pula!

Jeritan anak putus sekolah

Nyanyian sendu para musisi jalanan

Serta isak tangis mereka yang kelaparan

 

Ciumlah!

Hembusan angin ketidakadilan

Dan wangi keserakahan

 

Bah! Negeri ini sedang sakit

Negeri ini tak kunjung sembuh

 

Aku lelah

Aku muak melihat negeri ini tak berdaya

Aku sakit melihat negeri ini menderita

Inginku jadi seorang dokter untukmu, wahai negeriku

Menyembuhkanmu

Membebaskanmu dari lilitan korupsi dan kemiskinan

 

Setiap malam ku bermimpi:

Kaki ini berpijak pada tanah keadilan

Mata ini memandang alam ketentraman

Mulut ini memakan lauk kedamaian

Dan hidung ini bernafaskan kemajuan

 

Tuhan, kapankah mimpiku jadi nyata?

Aku berdoa, semoga mimpi itu segera jadi nyata dan dapat terwujud lewat kedua tangan ini

Tunggu aku, wahai negeriku

0

Dilatasi Cinta (Judul ini buatan Dea)

Ku ingin semua terhenti di titik ini

Sebelum terlampau jauh

Biarkan ku melangkah sendiri di tengah sabana

Di antara alang-alang

Dan berjalan tanpa meninggalkan jejak

Tanpa harus menoleh ke belakang, ke kanan, maupun ke kiri

Dengan terus menatap ke depan

Mencari apa yang ada di balik semak belukar

Seolah waktu kita adalah dimensi yang berbeda

Aku berdoa:

Semoga waktumu terhenti di sini dan biarkan waktuku terus berputar

Namun jika kau ingin menjalankan waktumu kembali, biarkanlah waktuku terhenti

Biarkan ku menemui apa yang Tuhan telah tuliskan

Dan bila waktuku beriringan dengan waktumu, pastikan aku untuk kembali

0

Puisi Hasil Ngebajak @Vitagious :p

Setiap hari bermandikan debu

Setiap hari mengais rejeki

Setiap hari menahan lapar dan hawa nafsu akan gemerlap dunia

Setiap hari tak tentu arah, “mau tidur di mana malam ini?” Hanya itu pikiran kami

Kolong jembatan yang dingin, trotoar yang penuh debu, TPA yang penuh sampah. Tiada lagi pilihan bagi kami, sang anak jalanan, untuk tidur

Kami rindu akan kasur yang empuk, kami rindu akan belaian orang tua, kami rindu akan pendidikan

Pendidikan yang setidaknya bisa membawa kami akan dunia yang sejengkal lebih baik

Namun tiada dana dari kantong kami. Satu perak uangpun harus kami tengadahkan tangan pada kalian-kalian wahai kaum atas

Kami yang bodoh pun menjadi semakin bodoh dan terinjak-injak

Tiada satupun kesempatan tuk merubah nasib

Lantas bagaimana kelak nasib anak cucu kami?

Haruskah mereka mengalami nasib yang sama seperti kami?

Tolong, beri kami sedikit cahaya yang bisa mencerahkan sedikit saja hidup kami

Dari kami, suara anak-anak jalanan.

3

Pilihan

Kini aku tengah berada di persimpangan

Berhadapan dengan dua pilihan, kanan ataukah kiri?

 

Bila ku langkahkan kaki ini ke kanan,

Ku bisa melihat sebuah kota besar di ujung sana

Keramaian, hiruk pikuk masyarakat, serta gemerlapnya lampu-lampu kota

Semua terasa mengagumkan

Jalan yang kutempuh sangat rindang, tak berbatu, dan tak ada tikungan

Namun jalan itu terlalu panjang tuk ditempuh

Tak ada yang bisa menjamin kapan ku kan sampai ke sana

Satu-satunya jaminan adalah kesabaran yang akan setia menjadi sahabat

 

Namun pabila ku memutar haluan ke kiri,

Itu adalah sebuah jalan menuju pelabuhan

Menemui sebuah pesiar

Yang akan membawaku mengarungi samudera

Menjelajahi dunia

Menari dengan irama hantaman ombak dan badai

Menantang alam

Hingga mengantarku ke sebuah pulau tak dikenal

Menjalani kehidupan yang bebas dari bayang-bayang lalu

 

Lantas, kemanakah ku harus pergi?

Kanan atau kiri?

Atau haruskah ku terobos rimba di sana dan menempuh jalanku sendiri

Dengan atau tanpa sebuah haluan

0

The Cruelest Dream

I found some captured photos in his treasure box

I was looking for a while but I didn’t realize, a thing that maybe can answer all of my queries

It’s burdening when I thought that there was no me all this time

And suddenly I come to a party with some of my friends

Told them all of his treasures

And realized there’s something in the treasure that might be a little happiness for me

I cried, couldn’t control my tears

I never hoped for him to come

I never hoped for him to sit beside me

But then he did

He did saw me cried

But there was only silence of him and tears of me

This mouth couldn’t ask him for what has been found

Seemed like we have our own world and own language to understand each other

Deep into his eyes there were so many riddles

Maybe I understand, maybe I didn’t understand at all

But his gaze gave me something that made me stop wondering

Made me back to an agony

Then the tears stop falling

And what I wanna say all this time is “Thank you for everything”